.
...
Nota Pertamax SPBU 24.313.43 Talang Jawa Buram, Masyarakat Keluhkan Kendala Pertanggungjawaban BBM
Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:47:00 WIB
NASIONAL
675 Kali
Penerbit : Redaksi 1
Laporan : Redaksi

suaraharianpublik.id [MUARA ENIM] - Kualitas cetakan nota pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU 24.313.43 Talang Jawa, Kabupaten Muara Enim, dikeluhkan masyarakat. Tulisan pada nota disebut buram dan sulit dibaca, sehingga menimbulkan kendala bagi konsumen yang membutuhkan bukti transaksi untuk laporan pertanggungjawaban keuangan.

Salah seorang masyarakat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan, persoalan nota yang buram tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, keluhan serupa sudah beberapa kali disampaikan kepada operator SPBU, termasuk permintaan agar tinta atau perangkat pencetak nota diperiksa dan diperbaiki. Namun, ia mengaku kondisi tersebut masih berulang.

Bahkan, menurut keterangannya, pada hari keluhan itu disampaikan, pihaknya kembali menemui petugas di ruangan SPBU untuk meminta agar persoalan tersebut segera ditangani.

Ia menjelaskan, nota pembelian BBM sangat dibutuhkan untuk memenuhi kewajiban pertanggungjawaban penggunaan anggaran. Jika tulisan pada nota cepat memudar dan tidak terbaca setelah beberapa hari, konsumen khawatir bukti transaksi tersebut tidak lagi dapat digunakan ketika dilakukan pemeriksaan administrasi.

“Setiap mengisi Pertamax, kami meminta nota, tetapi hasil cetakannya selalu buram dan tidak terbaca. Sudah sering kami sampaikan melalui operator agar tinta printer diganti atau diperbaiki, tetapi kondisinya masih seperti itu. Kami membutuhkan nota ini untuk pertanggungjawaban BBM. Kalau dua hari saja sudah tidak terbaca, bagaimana saat ada pemeriksaan?” demikian keluhan masyarakat tersebut.

Kondisi ini menjadi perhatian karena bukti transaksi yang jelas dan terbaca merupakan bagian penting dalam mendukung tertib administrasi, terutama bagi konsumen yang harus menyertakan nota pembelian BBM dalam laporan pertanggungjawaban keuangan.

Masyarakat juga menyoroti pengelolaan SPBU tersebut yang, menurut informasi yang mereka ketahui, kini berada langsung di bawah Pertamina. Mereka berharap kualitas pelayanan, termasuk penyediaan nota transaksi, mendapat perhatian dan segera diperbaiki.

PIC SPBU Sampaikan Permohonan Maaf

Menanggapi keluhan tersebut, Iwan selaku Person in Charge (PIC) SPBU Talang Jawa menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami konsumen. (13/10/26)

Iwan membenarkan kelalaian tersebut, pihaknya akan melakukan pemeliharaan (*maintenance*) terhadap alat pencetak nota untuk mengatasi persoalan hasil cetakan yang buram.

Ia juga menjelaskan bahwa SPBU masih memiliki data cadangan transaksi pembelian BBM. Apabila konsumen membutuhkan penelusuran kembali transaksi yang dilakukan, mereka dapat memberikan nomor polisi kendaraan serta perkiraan waktu pembelian agar data transaksi tersebut dapat dicari kembali.

Ketersediaan data cadangan ini diharapkan dapat membantu konsumen yang mengalami kendala akibat nota fisik yang sulit dibaca. Meski demikian, masyarakat tetap berharap perbaikan alat pencetak segera direalisasikan agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Perbaikan kualitas nota dinilai penting untuk memastikan konsumen memperoleh bukti transaksi yang terbaca dengan baik, sekaligus meminimalkan kendala dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban dan proses pemeriksaan keuangan.

Masyarakat berharap pihak pengelola SPBU 24.313.43 Talang Jawa segera menindaklanjuti keluhan tersebut melalui pemeriksaan dan perbaikan perangkat pencetak nota, sehingga pelayanan kepada konsumen dapat berjalan lebih baik.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh informasi lebih lanjut mengenai jadwal pelaksanaan pemeliharaan alat pencetak nota tersebut.

Bagikan :
Berita Terkait
Operasi Lilin 2024/2025: Jasa Raharja Turunkan 2.000 Personel Siaga, Nataru Aman dan Terkendali!

Operasi Lilin 2024/2025: Jasa Raharja Turunkan 2.000 Personel Siaga, Nataru Aman dan Terkendali!

Jumat, 27 Desember 2024 | 21:13:00 1430 views

Operasi Lilin 2024/2025: Jasa Raharja Turunkan 2.000 Personel Siaga, Nataru Aman dan Terkendali!

Praktik Ilegal Pengisian BBM Solar di Jambi, Bukti Kebijakan Belum Tegas

Praktik Ilegal Pengisian BBM Solar di Jambi, Bukti Kebijakan Belum Tegas

Kamis, 26 Desember 2024 | 14:37:00 1392 views

Catatan Mahmud Marhaba

Rivan A. Purwantono Dirut Jasa Raharja Siap Amankan Mobilitas 110 Juta Pergerakan pada Natal dan Tahun Baru 2024/2025

Rivan A. Purwantono Dirut Jasa Raharja Siap Amankan Mobilitas 110 Juta Pergerakan pada Natal dan Tahun Baru 2024/2025

Rabu, 25 Desember 2024 | 16:54:00 1314 views

Rivan A. Purwantono Dirut Jasa Raharja Siap Amankan Mobilitas 110 Juta Pergerakan pada Natal dan Tahun Baru 2024/2025

Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2024, Jasa Raharja Sampaikan Komitmen Dukung Upaya Strategis Seluruh Stakeholder

Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2024, Jasa Raharja Sampaikan Komitmen Dukung Upaya Strategis Seluruh Stakeholder

Minggu, 22 Desember 2024 | 12:42:00 1366 views

Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2024, Jasa Raharja Sampaikan Komitmen Dukung Upaya Strategis Seluruh Stakeholder

KONI Jakarta Gelar Rakor, Menuju Persiapan Pelatda 2025

KONI Jakarta Gelar Rakor, Menuju Persiapan Pelatda 2025

Minggu, 22 Desember 2024 | 23:41:00 1489 views

KONI Jakarta terus bergerak usai pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut 2024, KONI bersama seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor) menggelar konsolidasi