Pembenahan Sistem dan Transparansi Layanan Publik sebagai Langkah Membangun Integritas Sektor Pendidikan
Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:01:00 WIB
NASIONAL
101 Kali
suaraharianpublik.id[Jakarta] — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat upaya pencegahan korupsi dan pembangunan budaya integritas di sektor pendidikan.
Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sebagai respons atas penyampaian hasil Indeks Integritas Pendidikan 2026 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), saat peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Nasional, di Jakarta, Selasa (6/10).
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada KPK atas kolaborasi serta hasil Indeks Integritas Pendidikan 2026 yang menjadi salah satu masukan guna memperbaiki kebijakan layanan pendidikan.
Ia menegaskan, penguatan integritas pendidikan telah dilakukan melalui sejumlah kebijakan strategis yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun bangsa yang jujur, berperilaku baik, serta memiliki budaya yang bersih dari korupsi.
“Pendidikan bukan sekadar proses administratif yang hanya untuk mengukur capaian akademik, tetapi juga proses untuk membangun karakter dan budaya bangsa. Salah satu karakter yang terus kita bangun adalah sikap kejujuran dan integritas,” ungkap Mendikdasmen.
Untuk mendukung hal tersebut, Kemendikdasmen terus melakukan penguatan sistem layanan publik yang semakin terbuka, akuntabel, dan mampu mencegah terjadinya praktik penyimpangan. Dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Mendikdasmen menjelaskan bahwa Kemendikdasmen terus menyempurnakan sistem tersebut melalui kebijakan yang mengedepankan prinsip inklusif dan berkeadilan.
Kemendikdasmen juga turut memperkuat layanan pengaduan masyarakat melalui Unit Layanan Terpadu (ULT). Masyarakat diberikan akses untuk menyampaikan laporan dan aspirasi melalui berbagai saluran yang tersedia, termasuk kanal komunikasi langsung dengan pihak kementerian.
”Penguatan integritas juga kami lakukan melalui Pembelajaran Mendalam. Dengan pendekatan tersebut, kami tidak hanya mengarahkan murid untuk meningkatkan kemampuan akademik, namun juga memperkuat pendidikan karakter yang melibatkan empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media,” ujarnya.
Upaya pembentukan karakter juga turut diperkuat melalui Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penguatan layanan bimbingan dan konseling, serta berbagai program lainnya. Penguatan transparansi dan akuntabilitas juga dilakukan dalam penyaluran dana pendidikan yang terus disempurnakan melalui sistem yang semakin terbuka, akuntabel, dan berbasis digital.
Lebih lanjut, pada program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kemendikdasmen juga telah melakukan penyederhanaan proses sekaligus memperkuat akuntabilitas agar pelaksanaan pembangunan sekolah dapat menghasilkan kualitas hasil pekerjaan yang lebih baik.
Dalam pelaksanaannya, program ini dilakukan dengan skema swakelola, dengan harapan juga mampu meningkatkan ekonomi bagi masyarakat di daerah.
Pada sektor Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Mendikdasmen juga mendorong seluruh pihak untuk membangun budaya kejujuran dalam penyampaian data.
Menurutnya, akurasi data yang tepat dapat berpengaruh pada penentuan arah kebijakan dan program agar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
”Berbagai langkah yang telah kami lakukan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun tata kelola pendidikan yang semakin transparan, akuntabel, dan berintegritas. Dengan semangat tersebut, kami ingin layanan pendidikan dapat menjadi cerminan pembangunan budaya integritas dan pencegahan korupsi,” tutur Mendikdasmen.
Sementara itu, Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menekankan bahwa masa depan Indonesia dapat dibangun dari aktivitas ruang kelas. Sudut sekolah bukan hanya tempat ilmu diajarkan, namun juga tempat karakter murid dibentuk dan tempat masa depan bangsa dimulai.
Kepada seluruh peserta acara, Setyo menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus dimulai dari ruang belajar. Baginya, penindakan korupsi merupakan hal penting, namun pencegahan melalui pembangunan karakter adalah kunci utama dalam menentukan masa depan bangsa.
”Sekolah boleh melahirkan orang cerdas, kampus boleh melahirkan ahli. Tetapi hanya pendidikan yang berintegritas yang dapat melahirkan pemimpin yang dapat dipercaya,” tutup Setyo.##
Berita Terkait
Operasi Lilin 2024/2025: Jasa Raharja Turunkan 2.000 Personel Siaga, Nataru Aman dan Terkendali!
Jumat, 27 Desember 2024 | 21:13:00 1424 views
Operasi Lilin 2024/2025: Jasa Raharja Turunkan 2.000 Personel Siaga, Nataru Aman dan Terkendali!
Praktik Ilegal Pengisian BBM Solar di Jambi, Bukti Kebijakan Belum Tegas
Kamis, 26 Desember 2024 | 14:37:00 1386 views
Catatan Mahmud Marhaba
Rivan A. Purwantono Dirut Jasa Raharja Siap Amankan Mobilitas 110 Juta Pergerakan pada Natal dan Tahun Baru 2024/2025
Rabu, 25 Desember 2024 | 16:54:00 1298 views
Rivan A. Purwantono Dirut Jasa Raharja Siap Amankan Mobilitas 110 Juta Pergerakan pada Natal dan Tahun Baru 2024/2025
Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2024, Jasa Raharja Sampaikan Komitmen Dukung Upaya Strategis Seluruh Stakeholder
Minggu, 22 Desember 2024 | 12:42:00 1362 views
Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2024, Jasa Raharja Sampaikan Komitmen Dukung Upaya Strategis Seluruh Stakeholder
KONI Jakarta Gelar Rakor, Menuju Persiapan Pelatda 2025
Minggu, 22 Desember 2024 | 23:41:00 1475 views
KONI Jakarta terus bergerak usai pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut 2024, KONI bersama seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor) menggelar konsolidasi
Artikel Terpopuler | 2024
KMS Ali Siliwangi: Hj Lidyawati, Pilihan Terbaik Untuk Kabupaten Lahat
POLITIK
2024-10-31 21:30:46 8928 views
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah Kodam II/Sriwijaya Di Wilayah Kodim 0404/Muara Enim Berjalan Lancar
TNI
2024-10-18 19:29:45 8192 views
Seringnya Mati Lampu, Ali Pinta PJ Bupati Berikan Rekom Cepat Ganti Pimpinan PLN Lahat
NASIONAL
2024-11-08 17:05:26 7718 views