Ketika Kritik Lahir dari Kursi yang Tak Lagi Diduduki
Jumat, 07 Agustus 2026 | 17:23:00 WIB
NASIONAL
47 Kali
Oleh: Darmawan, Wartawan
SUMSEL — Kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Ia dibutuhkan sebagai alat kontrol, pengingat, sekaligus ruang untuk memperbaiki kekurangan. Namun, tidak semua kritik lahir dari kepedulian. Ada kritik yang benar-benar disampaikan demi perbaikan, tetapi ada pula yang muncul karena kepentingan, kekecewaan, bahkan rasa kehilangan terhadap posisi yang pernah dimiliki.
“Tidak semua kritik lahir dari kepedulian. Ada juga yang muncul karena kursi yang dulu diduduki kini ditempati orang lain.”
Kalimat tersebut patut menjadi bahan renungan ketika melihat dinamika di tengah masyarakat maupun dalam lingkungan pemerintahan dan organisasi.
Ketika seseorang masih berada di dalam lingkaran kekuasaan, berbagai kebijakan terkadang dianggap wajar. Namun, ketika posisi itu berpindah tangan dan orang lain yang mendudukinya, sudut pandang pun bisa berubah. Hal yang sebelumnya dianggap biasa tiba-tiba dipersoalkan. Kebijakan yang dahulu tidak menjadi masalah, kini dipandang sebagai kesalahan.
Di sinilah publik perlu cerdas membedakan antara kritik yang lahir dari kepedulian dan kritik yang lahir dari kepentingan.
Kritik yang konstruktif biasanya disertai alasan, data, serta menawarkan solusi. Tujuannya bukan menjatuhkan seseorang, melainkan memperbaiki keadaan. Sebaliknya, kritik yang dibangun atas dasar sakit hati cenderung menyerang pribadi, memperbesar kesalahan, dan mengabaikan fakta yang sebenarnya.
Namun demikian, bukan berarti setiap kritik dari mantan pejabat, mantan pengurus, atau pihak yang pernah berada dalam suatu posisi harus dianggap sebagai bentuk iri hati. Bisa saja kritik tersebut memang benar dan perlu diperhatikan.
Karena itu, yang harus dinilai bukan siapa yang menyampaikan kritik, tetapi apa isi kritiknya, apa dasarnya, dan untuk kepentingan siapa kritik tersebut disampaikan.
Publik juga tidak boleh mudah terjebak pada perang narasi. Dalam era media sosial, sebuah pernyataan dapat menyebar jauh lebih cepat daripada proses untuk memeriksa kebenarannya. Kritik yang dikemas dengan kalimat tajam dapat terlihat meyakinkan, meski belum tentu berdiri di atas fakta.
Begitu pula sebaliknya. Pihak yang dikritik tidak seharusnya langsung membungkam kritik hanya karena merasa terganggu. Kritik yang benar tetap harus dijawab dengan argumentasi dan fakta, bukan dengan serangan balik.
Pada akhirnya, jabatan hanyalah amanah yang memiliki batas waktu. Kursi dapat berganti, kekuasaan dapat berpindah, dan orang yang hari ini berada di atas bisa saja besok berada di luar lingkaran kekuasaan.
Karena itu, jangan menjadikan kursi sebagai ukuran kebenaran.
Sebab ketika kepentingan pribadi lebih dominan daripada kepentingan publik, kritik bisa kehilangan maknanya. Ia bukan lagi suara kepedulian, melainkan sekadar suara dari seseorang yang belum selesai menerima kenyataan bahwa kursinya telah diduduki orang lain.
Dan bagi siapa pun yang sedang memegang kursi kekuasaan, barangkali ada satu hal yang layak diingat:
Jangan takut pada kritik. Takutlah jika tidak ada lagi yang berani mengkritik.
— Darmawan, Wartawan
Berita Terkait
Operasi Lilin 2024/2025: Jasa Raharja Turunkan 2.000 Personel Siaga, Nataru Aman dan Terkendali!
Jumat, 27 Desember 2024 | 21:13:00 1206 views
Operasi Lilin 2024/2025: Jasa Raharja Turunkan 2.000 Personel Siaga, Nataru Aman dan Terkendali!
Praktik Ilegal Pengisian BBM Solar di Jambi, Bukti Kebijakan Belum Tegas
Kamis, 26 Desember 2024 | 14:37:00 1174 views
Catatan Mahmud Marhaba
Rivan A. Purwantono Dirut Jasa Raharja Siap Amankan Mobilitas 110 Juta Pergerakan pada Natal dan Tahun Baru 2024/2025
Rabu, 25 Desember 2024 | 16:54:00 1056 views
Rivan A. Purwantono Dirut Jasa Raharja Siap Amankan Mobilitas 110 Juta Pergerakan pada Natal dan Tahun Baru 2024/2025
Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2024, Jasa Raharja Sampaikan Komitmen Dukung Upaya Strategis Seluruh Stakeholder
Minggu, 22 Desember 2024 | 12:42:00 1142 views
Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2024, Jasa Raharja Sampaikan Komitmen Dukung Upaya Strategis Seluruh Stakeholder
KONI Jakarta Gelar Rakor, Menuju Persiapan Pelatda 2025
Minggu, 22 Desember 2024 | 23:41:00 1183 views
KONI Jakarta terus bergerak usai pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut 2024, KONI bersama seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor) menggelar konsolidasi
Artikel Terpopuler | 2024
KMS Ali Siliwangi: Hj Lidyawati, Pilihan Terbaik Untuk Kabupaten Lahat
POLITIK
2024-10-31 21:30:46 8450 views
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah Kodam II/Sriwijaya Di Wilayah Kodim 0404/Muara Enim Berjalan Lancar
TNI
2024-10-18 19:29:45 7704 views
Seringnya Mati Lampu, Ali Pinta PJ Bupati Berikan Rekom Cepat Ganti Pimpinan PLN Lahat
NASIONAL
2024-11-08 17:05:26 7288 views