.
...
Lima Tahun Keluhkan Dampak Aktivitas PT RMK, Petani Karet Gunung Megang Dalam Harapkan Solusi dan Kompensasi
Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:43:00 WIB
DAERAH
2442 Kali
Penerbit : Redaksi 1
Laporan : Redaksi

suaraharianpublik.id [MUARA ENIM] – Warga Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, mengeluhkan kondisi lahan pertanian dan perkebunan mereka yang diduga terdampak aktivitas perusahaan PT RMK. Persoalan yang menurut warga telah berlangsung sekitar lima tahun tersebut hingga kini masih menjadi harapan masyarakat agar mendapatkan penyelesaian dan perhatian serius dari pihak perusahaan.

Salah seorang warga terdampak, Mukti, mengungkapkan bahwa selama kurang lebih lima tahun terakhir dirinya menghadapi berbagai kesulitan dalam mengelola kebun karet miliknya.

Ia menjelaskan, saat musim kemarau, debu menjadi salah satu persoalan yang sangat mengganggu aktivitasnya ketika hendak melakukan panen karet. Bahkan, menurutnya, penggunaan dua lapis masker terkadang masih belum mampu menghalau debu yang masuk hingga terasa di tenggorokan.


Sementara ketika musim hujan tiba, persoalan lain muncul. Kondisi banjir menyebabkan dirinya tidak dapat melakukan aktivitas panen di kebun.

Mukti mengungkapkan, dalam kondisi normal, kebun karet seluas satu hektare miliknya biasanya mampu menghasilkan sekitar 100 kilogram karet setiap dua minggu.

Namun, kondisi yang terjadi saat musim kemarau maupun musim hujan menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya dalam mempertahankan produktivitas kebun.

Ia berharap pihak perusahaan dapat memberikan solusi terbaik terhadap persoalan yang dialami masyarakat, termasuk membahas kompensasi yang layak atas dampak dan kerugian yang dirasakan warga.

Keluhan tersebut juga mendapat perhatian dari Pemerintah Desa Gunung Megang Dalam. Apriadi Kepala Desa Gunung Megang Dalam, dalam keterangannya saat diwawancarai di lokasi, mengatakan bahwa pemerintah desa telah berulang kali menyampaikan keluhan masyarakat kepada pihak PT RMK.

Bahkan, pemerintah desa mengaku telah melayangkan surat secara resmi kepada perusahaan. Namun, menurut Kepala Desa, hingga kini belum ada tindak lanjut yang diharapkan untuk menyelesaikan persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

Selain persoalan lahan pertanian, Kepala Desa juga menyoroti perubahan kondisi Sungai Hande yang dinilai cukup signifikan dibandingkan keadaan sebelumnya.


Ia menjelaskan, dahulu Sungai Hande masih dapat dilalui ketek atau perahu tradisional yang digunakan masyarakat. Namun, kondisi sungai saat ini dinilai sangat memprihatinkan.

Persoalan ini juga menjadi perhatian karena Sungai Ande bermuara ke Sungai Lengi. Sementara itu, Sungai Lengi merupakan sumber air baku PDAM di wilayah Gunung Megang.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat mengenai keberlanjutan kualitas lingkungan dan sumber air yang dimanfaatkan warga. Karena itu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi berwenang untuk memastikan kondisi kualitas air serta mengetahui apakah terdapat indikasi pencemaran dan apa penyebabnya.

Sementara itu, Faisal selaku External PT RMK menyampaikan bahwa pihak perusahaan telah menerima dan mengetahui keluhan masyarakat tersebut. Menurutnya, persoalan itu juga telah dibahas di tingkat manajemen perusahaan, namun masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.

Terkait perubahan kondisi Sungai Ande yang dinilai signifikan oleh masyarakat, Faisal mengaku belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Ia menjelaskan bahwa dirinya baru sekitar satu tahun bekerja di perusahaan tersebut. Ketika pertama kali datang dan mulai bekerja, kondisi sungai sudah seperti saat ini.

Mengenai persoalan perizinan maupun administrasi yang berkaitan dengan perubahan kondisi sungai, Faisal menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan bagian Legal perusahaan.

Dengan demikian, penjelasan lebih lanjut mengenai aspek teknis, perizinan, serta langkah penanganan atas keluhan warga masih memerlukan keterangan dari manajemen dan bagian terkait PT RMK.

Masyarakat berharap persoalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut tidak terus berlarut-larut tanpa penyelesaian. Warga menginginkan adanya langkah konkret untuk mengatasi persoalan debu, banjir, kondisi lahan perkebunan, serta perubahan lingkungan di sekitar Sungai Ande.

Selain itu, warga berharap adanya pembahasan mengenai kompensasi yang layak bagi masyarakat yang benar-benar mengalami kerugian akibat dampak yang dikeluhkan.

Mengingat Sungai Ande bermuara ke Sungai Lengi yang menjadi sumber air baku PDAM Gunung Megang, pemeriksaan kualitas air dan kondisi lingkungan oleh instansi berwenang juga dinilai penting untuk memastikan keamanan sumber air bagi masyarakat.

Hingga berita ini disusun, penjelasan lebih lanjut dari bagian Legal maupun manajemen PT RMK terkait perubahan kondisi Sungai Ande dan langkah konkret penyelesaian keluhan warga masih diperlukan.

Redaksi membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi manajemen PT RMK, bagian Legal perusahaan, serta instansi terkait guna memberikan penjelasan lebih lanjut agar persoalan ini dapat diketahui secara terang dan diberitakan secara berimbang.

Bagikan :
Berita Terkait
Pemdes Babakanjaya Melaksanakan Pelatihan Ketahanan Pangan Dengan Kelompok Tani Dan Pembagian Bibit Benih Padi

Pemdes Babakanjaya Melaksanakan Pelatihan Ketahanan Pangan Dengan Kelompok Tani Dan Pembagian Bibit Benih Padi

Senin, 30 Desember 2024 | 14:30:00 1531 views

desa Babakanjaya musim tanam sudah berjalan diberbagai wilayah kelompok tani dan disambut ceria tampak tidak ada kendala,masih hal yang umum adanya hama tikus menjadi Hal yang harus dikendalikan

Palembang Siap Berkilau! Pj Wali Kota Pastikan Listrik Aman di Malam Pergantian Tahun

Palembang Siap Berkilau! Pj Wali Kota Pastikan Listrik Aman di Malam Pergantian Tahun

Minggu, 29 Desember 2024 | 05:15:00 1498 views

Palembang Siap Berkilau! Pj Wali Kota Pastikan Listrik Aman di Malam Pergantian Tahun

Ardiansyah Ketua Dekopin Kota Cilegon Hadiri Rekonsiliasi Dan Pemilihan Ketum  Baru

Ardiansyah Ketua Dekopin Kota Cilegon Hadiri Rekonsiliasi Dan Pemilihan Ketum Baru

Sabtu, 28 Desember 2024 | 14:04:00 1444 views

Dekopin Gelar Musyawarah Nasional (Munas)

Masjid Al-Falah Talang Jawa Terima Wakaf/Hibah Mobil Ambulans dari Dra. Hj. Oktoryani.

Masjid Al-Falah Talang Jawa Terima Wakaf/Hibah Mobil Ambulans dari Dra. Hj. Oktoryani.

Jumat, 27 Desember 2024 | 11:07:00 4331 views

Lurah Kelurahan Pasar 3 Desiana, S.E., turut menyampaikan apresiasinya atas pemberian wakaf ini.

Kodim 0616 Indramayu Luncurkan Program Gizi Gratis bagi Kesehatan Ibu dan Anak

Kodim 0616 Indramayu Luncurkan Program Gizi Gratis bagi Kesehatan Ibu dan Anak

Kamis, 26 Desember 2024 | 12:41:00 1494 views

Dalam rangka mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto, Kodim 0616 Indramayu melaksanakan uji coba program makan bergizi gratis yang ditujukan untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui