JERITAN IBU DI BANYUASIN: "HARUS VIRAL DULU BARU MAKAN?" PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DINILAI TEBANG PILIH!
Selasa, 07 April 2026 | 12:43:00 WIB
DAERAH
21 Kali
BANYUASIN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai penyelamat gizi nasional justru menyisakan luka mendalam bagi warga di pelosok daerah. Di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, seorang ibu harus menelan "pil pahit" setelah satu tahun lamanya terabaikan dan tak tersentuh bantuan, meski dirinya jelas-jelas masuk dalam kriteria penerima.
Ketidakvalidan data dituding menjadi biang kerok utama. Padahal, berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis), program ini adalah komitmen nasional untuk memerangi stunting dengan sasaran utama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Namun nyatanya, kolaborasi antar-lembaga yang dijanjikan seolah "patah" di tingkat bawah.
Statmen Pedas Narasumber: "Jangan Menunggu Viral!"
Kekecewaan memuncak saat salah satu warga yang merasa dirugikan angkat bicara. Ia mempertanyakan kinerja petugas pendata di lapangan yang dianggap lalai dalam menyisir warga yang benar-benar membutuhkan.
"Apakah semua harus diviralkan dulu baru ada tindakan? Jangan setelah viral baru sibuk memberi!" cetusnya dengan nada kesal. Selasa (7/4/2026)
Saat dikonfirmasi mengenai riwayat pemeriksaan kehamilannya yang tidak tercatat di Posyandu, ia memberikan jawaban menohok:
"Benar, saya tidak memeriksakan kandungan ke Posyandu setempat. Tetapi status saya adalah warga negara Indonesia! Saya punya hak yang sama. Seharusnya pendata itu turun ke lapangan, mendata dengan benar dan teliti, jangan hanya menunggu laporan di balik meja!" tegasnya.
Respon Badan Gizi Nasional: "Silakan Ajukan Sendiri"
Menanggapi polemik ini, pihak Badan Gizi Nasional tingkat Kecamatan Rambutan tampak memberikan respon normatif. Alih-alih melakukan jemput bola atas data yang tercecer, warga justru diminta untuk proaktif mendaftar ulang secara mandiri.
"Ya, jika memang merasa belum terdata, ajukan saja langsung ke Posyandu setempat," terang pihak Badan Gizi singkat.
Kesenjangan antara juknis yang terlihat ideal di atas kertas dengan realita di lapangan ini memicu pertanyaan besar: Sejauh mana peran Kader Pendamping dan Pemerintah Daerah dalam memastikan gizi sampai ke mulut rakyat miskin tanpa harus menunggu jeritan warga menjadi viral di media sosial?
Berita Terkait
Pemdes Babakanjaya Melaksanakan Pelatihan Ketahanan Pangan Dengan Kelompok Tani Dan Pembagian Bibit Benih Padi
Senin, 30 Desember 2024 | 14:30:00 793 views
desa Babakanjaya musim tanam sudah berjalan diberbagai wilayah kelompok tani dan disambut ceria tampak tidak ada kendala,masih hal yang umum adanya hama tikus menjadi Hal yang harus dikendalikan
Palembang Siap Berkilau! Pj Wali Kota Pastikan Listrik Aman di Malam Pergantian Tahun
Minggu, 29 Desember 2024 | 05:15:00 746 views
Palembang Siap Berkilau! Pj Wali Kota Pastikan Listrik Aman di Malam Pergantian Tahun
Ardiansyah Ketua Dekopin Kota Cilegon Hadiri Rekonsiliasi Dan Pemilihan Ketum Baru
Sabtu, 28 Desember 2024 | 14:04:00 708 views
Dekopin Gelar Musyawarah Nasional (Munas)
Masjid Al-Falah Talang Jawa Terima Wakaf/Hibah Mobil Ambulans dari Dra. Hj. Oktoryani.
Jumat, 27 Desember 2024 | 11:07:00 3553 views
Lurah Kelurahan Pasar 3 Desiana, S.E., turut menyampaikan apresiasinya atas pemberian wakaf ini.
Kodim 0616 Indramayu Luncurkan Program Gizi Gratis bagi Kesehatan Ibu dan Anak
Kamis, 26 Desember 2024 | 12:41:00 756 views
Dalam rangka mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto, Kodim 0616 Indramayu melaksanakan uji coba program makan bergizi gratis yang ditujukan untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui
Artikel Terpopuler | 2024
KMS Ali Siliwangi: Hj Lidyawati, Pilihan Terbaik Untuk Kabupaten Lahat
POLITIK
2024-10-31 21:30:46 7566 views
Kegiatan Dapur Masuk Sekolah Kodam II/Sriwijaya Di Wilayah Kodim 0404/Muara Enim Berjalan Lancar
TNI
2024-10-18 19:29:45 6884 views
Seringnya Mati Lampu, Ali Pinta PJ Bupati Berikan Rekom Cepat Ganti Pimpinan PLN Lahat
NASIONAL
2024-11-08 17:05:26 6454 views